Beberapa Kesalahan Fatal Saat Menyusun Skripsi dan Bagaimana Menghindarinya

·

·

Skripsi sering menjadi fase paling sulit dalam perjalanan akademik seorang mahasiswa. Pasalnya, banyak mahasiswa belum benar-benar memahami kunci dari penulisannya. Mulai dari kurangnya referensi penentuan judul yang menarik dan up to date, penentuan novelty, hingga penentuan metode yang tepat untuk penelitian yang dilakukan. Hal ini memicu pengerjaan yang tidak optimal dan melahirkan revisi-revisi yang tidak berkesudahan. Lalu apa saja kesalahan fatal dalam menyusun skripsi?

1. Tidak Memahami Masalah Penelitian dengan Jelas

Dewasa kini, banyak mahasiswa langsung menulis tanpa benar-benar memahami inti masalah penelitian yang diangkat. Akibatnya, beberapa bagian menjadi tidak seimbang, latar belakang melebar rumusan masalah tidak focus, tujuan penelitian tidak sinkron

Lalu, bagaimana cara menghindarinya? Mahasiswa dapat melakukan hal di bawah ini agar menyusun skripsi terasa lebih mudah dan sistematis.

  • Pastikan masalah penelitian spesifik dan terukur
  • Gunakan data atau fenomena nyata sebagai dasar
  • Diskusikan kerangka berpikir dengan dosen pembimbing sebelum menulis terlalu jauh

2. Salah Menentukan Metode Penelitian

Metode penelitian bukan sekadar formalitas. Kesalahan memilih metode bisa membuat data tidak relevan atau tidak bisa dianalisis dengan benar. Beberapa kesalahan yang dilakukan diantaranya adalah:

  • Menggunakan metode kuantitatif padahal variabel tidak terukur,
  • Tidak memahami teknik analisis data yang dipilih
  • Menggunakan uji statistik tanpa memahami asumsi dasarnya

Solusi daripada kesalahan tersebut diantaranya adalah:

  • Pelajari kembali jenis penelitian (kualitatif, kuantitatif, mix method)
  • Sesuaikan metode dengan tujuan penelitian
  • Konsultasikan rencana analisis sebelum pengambilan data. Salah satunya dapat berkonsultasi dengan Amanah Pedia untuk menyusun skripsi dengan baik dan benar.

3. Minim Referensi Ilmiah Terbaru

Menggunakan referensi lama (lebih dari 10 tahun) tanpa jurnal terbaru membuat penelitian kurang kuat secara akademik. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

  • Gunakan jurnal 5–7 tahun terakhir
  • Manfaatkan Google Scholar
  • Perhatikan kredibilitas jurnal (SINTA atau internasional)

4. Terlalu Menunda dan Kurang Konsisten

Menyusun skripsi bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga manajemen waktu. Biasanya masalah yang muncul dalam diri mahasiswa diantaranya:

  • Menunda revisi
  • Tidak mencicil penulisan
  • Hanya mengerjakan saat deadline

Maka dari itu, mahasiswa perlu membuat beberapa langkah di bawah ini:

  • Buat target mingguan
  • Kerjakan minimal 1–2 halaman per hari
  • Konsisten meskipun sedikit

5. Tidak Meminta Pendampingan Saat Dibutuhkan

Banyak mahasiswa merasa harus mengerjakan semuanya sendiri, padahal diskusi dan pendampingan bisa mempercepat proses secara signifikan. Pendampingan bukan berarti dikerjakan orang lain, tetapi diarahkan agar lebih sistematis dan terstruktur.

Jika kamu sedang berada di fase penyusunan skripsi dan membutuhkan diskusi atau arahan metodologi, pastikan kamu mendapatkan pendampingan yang tepat agar prosesnya lebih efektif dan efisien. Hubungi Amanah Pedia untuk mendapatkan pendampingan eksklusif dan terarah. WA 0858-4291-6872.



Tinggalkan Balasan ke Seorang Komentator WordPress Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu tanggapan untuk “Beberapa Kesalahan Fatal Saat Menyusun Skripsi dan Bagaimana Menghindarinya”
  1. Hai, ini merupakan sebuah komentar.
    Untuk mulai memoderasi, mengedit, dan menghapus komentar, silakan kunjungi layar Komentar di dasbor.
    Avatar komentator diambil dari Gravatar.